Cermati penggalan cerita berikut! Sudah tiga kali minggu ini Mak Cik datang meminjam beras. Keluarga kami memang miskin. Tapi Mak Cik lebih tak beruntung. Ia tak berdaya karena tak lagi dipedulikan suaminya, antara lain karena ia hanya bisa melahirkan anak-anak perempuan itu. Ibuku memberi isyarat dan Arai melesat ke Gudang peregasan. Ia memasukkan beberapa takar beras ke dalam karung, kembali ke pekarangan, memberikan karung beras itu kepada ibuku yang kemudian melungsurkannya kepada Mak Cik. “Ambillah...” Mak Cik menerimanya dengan canggung dan berat hati. Aku tak sampai hati melihatnya. Ia berkata terbata-bata, “Tak kan mampu kami menggantinya, Kak.” Nilai moral sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang terdapat dalam cerita di atas adalah

avatar
Blogger sekaligus redesigner template blogspot.

0 Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Parallax

Ads

Iklan Tengah Artikel

Iklan Bawah Artikel

Berlangganan

Dapatkan pemberitahuan melalui email setiap ada artikel baru. Gratis!